Fakta Sikap Seorang Pemimpin Hari Ini
Hari ini Kita mendapat pelajaran yang berharga, dalam menyikapi sikap para Pemimpin Negeri ini.
media massa baik cetak, audio visual ataupun online. Hari ini 24-11-2009 gencar memberitakan seputar sikap pemimpin negeri dalam mengatasi berbagai macam persoalan yang terjadi.
Kompas.com dalam situsnya yang bertajuk Pidato Mengambang, Presiden Tak Mengerti Bahasa Rakyat
Yudhi mengatakan, pidato mengenai sikapnya terkait rekomendasi Tim Delapan betul-betul mengecewakan. Momen yang seharusnya digunakan Presiden untuk menjawab kebingungan rakyat, hal tersebut disia-siakan.
suarakarya-online.com dalam situsnya yang bertajuk Pidato Presiden, Jurus Tanpa Bentuk
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyikapi rekomendasi Tim 8 atau Tim Pencari Fakta kasus hukum pimpinan nonaktif KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dinilai kalangan aktivis gerakan antikorupsi sebagai jurus tanpa bentuk. Ketidaktegasan itu menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat.
melihat kontesks berita tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada ketegasan seorang pemimpin dalam menyatakan sikap, atas penyelesaian suatu persoalan negeri ini. Meskipun dalam persoalan tersebut telah mendapat wacana dan masukan dari pihak yang terkait dengan persoalan tersebut, bahkan laporan tim independen yang notabene sebagai mediator penyelesaian persoalan, menjadi tidak bermakna.
berbeda dengan persoalan diatas mari kita pahami berita di bawah ini.
Kompas.com dalam situsnya yang bertajuk Jengkel, Bupati Tembak Mati Seekor Sapi
Sapi jinak yang banyak berkeliaran di jalan raya, di kawasan Kabupaten Pidie Jaya, membuat Bupati M Gade Salam jengkel. Dan, dor… seekor sapi milik peternak setempat pun tumbang, ditembak oleh Pak Bupati.
Bupati atau pemimpin daerah yang satu ini memperlihatkan ketegasan nya dalam bersikap sebagai seorang pemimpin. Beliau sudah memgeluarkan peringatan, bahkan peringatan tersebut juga telah dibuat dalam bentuk peraturan daerah (Perda), yang disertai sanksi bagi pemiliknya. apes bagi yang melanggar (sapi) akhirnya tewas di jalan.
Namun disini juga menimbulkan pertanyaan, apakah bupati tersebut mau menembak bawahan nya apabila telah jelas-jelas melanggar peraturan yang telah di buat ?









