Bensin dijual Harga 20 Ribu di Padang Pasca Gempa
Bensin dijual Harga 20 Ribu di Padang Pasca Gempa
Oct 03PADANG – Ternyata Masih banyak orang yang memanfaatkan kesempatan pasca bencana gempa di Sumatra Barat, setelah maskapai penerbangan kini Para penjual BBM dadakan, terutama bensin, terseret nafsu meraup untung secara tidak wajar. Di Kota Padang, seliter bensin (premium) dijual dalam kisaran harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Padahal, para pengecer ini membelinya dari SPBU dengan harga normal yakni Rp4500.
Para pengecer ini memanfaatkan situasi di tengah belum normalnya pasokan BBM hingga tiga hari paskagempa ini. Di hampir semua SPBU di Kota Padang, antrean warga mengular untuk mendapatkan premium atau solar. Disinyalir pasokan BBM terhambat dari depo BBM di Bungus Teluk Kabung karena dua titik di ruas jalan kawasan Bukit Lampu ditimbun tanah dan batu besar. Akibatnya, jalan hanya bisa dilalui paling banter oleh mobil L300 dan sedan. Jumat (2/10), ruas jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan berbadan besar seperti tangki pembawa BBM bisa melaju ke Padang.
Aksi ambil untung di tengah keprihatinan ini disesalkan tokoh muda asal Padang yang berkiprah di Jakarta, Andrinof Chaniago. Dia mengajak kepala pemerintahan, ulama, umara dan tokoh masyarakat mengeluarkan kecaman dan peringatan kepada oknum masyarakat yang menambah beban saudara-saudara kita dengan cara mencari keuntungan dari kelangkaan barang-barang seperti BBM, makanan, dan sebagainya.
“Mari kita jadikan momentum bencana ini untuk menghilangkan sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri selama ini,” ujar Andrinof yang juga pengamat ekonomi dan politik Indonesia itu.
Berdasar pantauan JPNN, fenomena maraknya penjual BBM eceran dadakan masih terlihat di banyak tempat hampir di 11 kecamatan Kota Padang. BBM (biasanya bensin) diperoleh dengan cara ikut antre di SPBU. En, salah seorang penjual BBM eceran mengaku membeli bensin di SPBU bersama seorang temannya. Per orang hanya bisa satu jeriken, isi full. “Namun sejak Jumat kemarin satu jeriken hanya boleh isi 20 liter. Jadi saya dan kawan bisa dapat dua jeriken secara bergantian hanya dalam waktu dua jam. Jeriken saya sudah diisi, pulang dulu disalin dan kembali lagi ke teman satunya lagi yang masih antre,” ujar Hen, warga kawasan Marapalam Kecamatan Padang Timur itu.
En mengaku menjual bensin Rp15.000 per liter. Bensin diisikan ke dalam botol-botol air mineral. Jika sudah pukul 21.00 WIB, per liter bisa saja ia naikkan menjadi Rp20.000. “Yup, tergantung persediaan kita menipis,ya harganya dinaikkan lagi,” ujar En. Anak muda tamatan SLTA ini, meraup untung bersih rata-rata Rp400 ribu.
Erik dan David, dua pengendara motor dari Kelurahan Indarung menyatakan terpaksa membeli BBM ke penjual eceran dadakan. “Bagaimana lagi, Pak, daripada tidak bisa kemana-mana. Motor ini gunanya juga untuk membeli keperluan sehari-hari,” ujar Erik yang mengaku karyawan Oke Shop.
Sumber : JPNN
Popularity: unranked [?]
Related posts: